Topik yang satu ini memang salah satu topik yang selalu panas jika kita perdebatkan. Ada beberapa pendapat yang mungkin sampai saat ini masih simpang siur & belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara langsung. Kaum Agnostisisme menganggap keberadaan Tuhan sangatlah besar & luar biasa, sehingga tidaklah mungkin kita bisa memahami Tuhan, atau pun membuktikan keberadaanNya. Jadi kita tidak perlu membuktikan keberadaan Tuhan & berusaha untuk memahamiNya. Tetapi ada pula pemikiran-pemikiran lain yang 'menganggap' pemikiran mereka telah sanggup membuktikan keberadaan Tuhan secara logis, seperti pemikiran Descartes yang terkenal dengan quotationnya 'Aku berpikir, maka aku ada' (I thought, therefore I am) & beberapa filsuf yang lain. Saat ini, tulisan ini akan saya buat senetral mungkin & semurni mungkin, tanpa ada campuran pemikiran & pendapat saya mengenai hal ini (saya memang suka mencampur pemikiran orang dengan pemikiran saya sendiri… =p). 5 bukti ini adalah bukti pertanggungjawaban iman yang diberikan oleh St. Thomas Aquinas kepada bidat-bidat yang saat itu menyerang umat Kristen & Katholik. Bukti 1: ADANYA GERAK Di dunia ini kita tahu bahwa beberapa benda memang bisa bergerak secara wajar & nyata. Namun jika kita telusur lebih jauh lagi mengenai gerak, rupanya gerak adalah sebuah perubahan kondisi, yaitu perubahan kondisi potensial menjadi kondisi aktual. Setiap benda yang sedang & sudah bergerak berawal dari kondisi benda yang berpotensi untuk bergerak. Ketika kemudian potensi yang dimiliki benda tersebut benar-benar menjadi sebuah gerak, haruslah ada energi yang mengubah potensi tersebut menjadi gerak. Tapi tidak ada yang bisa berubah dari potensial menjadi aktual, kecuali oleh sesuatu yang ada di dalam kondisi aktual. Oleh sebab itu, mustahil suatu benda dapat menggerakkan dan digerakkan, atau menggerakkan dirinya sendiri. Jadi sebuah gerak selalu digerakkan oleh sebuah penggerak yang lain. Melalui prinsip ini kita tahu bahwa penggerak yang lain tersebut juga digerakkan. Penggerak yang lain ini juga digerakkan oleh penggerak lain yang juga digerakkan. Begitu seterusnya, sehingga rangkaian ini terus berlanjut menjadi rangkaian yang sangat panjang. Oleh sebab itu, supaya gerak bisa terus ada, haruslah ada gerak pertama yang menjadi penggerak dari semua gerak yang ada di dunia ini. Gerak ini tidak boleh & tidak bisa digerakkan oleh gerak yang lain (Ia melampaui prinsip gerak : segala gerak diawali sesuatu yang aktual), tetapi Ia justru menyebabkan gerak yang lain menjadi ada. Tidak satupun di dunia ini yang dapat melakukan hal ini, oleh sebab itu, PENGGERAK PERTAMA itu bukan berasal dari dunia ini, melainkan Pencipta dunia ini. Semua orang memanggilNYA TUHAN. Bukti II : SEBAB EFISIEN Sampai saat ini belum ada kasus (dan memang mustahil) bahwa sebuah benda sanggup menjadi sebab efisien dirinya sendiri. Ini maksudnya adalah benda tersebut harus mendahului keberadaan dirinya sendiri & melalui pendahuluan dirinya ia menyebabkan dirinya ada. Dalam kasus ini, sistem sebab efisien di dunia ini juga membentuk sebuah rangkain yang serupa dengan rangkaian gerak seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Rangkaian ini tidak boleh tak berujung. Jika kita mempunyai 3 sebab yang saling berurutan yang saling mengakibatkan, sebab pertama adalah pencetus sebab perantara, & sebab perantara adalah pencetus sebab pamungkas. Sementara itu jika kita menghilangkan sebab, maka kita juga akan menghilangkan akibat. Kemudian, jika kita menghilangkan sebab pertama, kita akan menghilangkan akibat dari sebab pertama, yaitu sebab perantara & sebab pamungkas. (Sebab pertamalah yang mengakibatkan sebab perantara & sebab pamungkas ada) Lalu jika kita masukkan perumpamaan tadi dalam model sistem sebab efisien dunia, semua sebab di dunia ini adalah sebab perantara, yang berada di antara sebab pamungkas & sebab pertama, yang juga saling mengakibatkan satu sama lain. Rangkaian ini tidak boleh tak terhingga. Jika rangkaian ini tak terhingga, maka tidak akan ada sebab pertama & sebab pamungkas. Tentu saja ini tidak benar, karena jika tidak ada sebab pertama, maka sebab perantara, yaitu seluruh sebab di seluruh dunia ini tidak akan ada. Jadi kesimpulannya, rangkaian sebab efisien bukan rangkaian yang tak terhingga, dan dimulai dari suatu sebab pertama, yang tidak membutuhkan sebab yang lain untuk menyebabkan keberadaanNya, tetapi justru Ia menyebabkan keberadaan sebab efisien yang lain. Tidak satupun di dunia ini yang dapat melakukan hal ini, oleh sebab itu, SEBAB EFISIEN PERTAMA itu bukan berasal dari dunia ini, melainkan Penyebab keberadaan dunia ini. Semua orang memanggilNYA TUHAN. Bukti III KEBERADAAN YANG MUNGKIN DAN YANG NISCAYA Kita sudah tahu bahwa di dunia ini ada hal-hal bisa ada dan bisa tiada, dan kita juga tahu bahwa mustahil bahwa hal-hal tersebut selalu ada, karena segala sesuatu yang mungkin tiada, pada suatu saat pasti akan tiada. Oleh sebab itu, karena segala hal mungkin tiada, maka bisa saja pada suatu saat tidak ada yang ada. Jika hal ini benar, maka sekarang pun kiranya tidak ada yang ada, karena segala yang tidak ada hanya dapat diadakan oleh seseuatu yang telah ada. Oleh sebab itu, keberadaan yang ada saat ini seharusnya diadakan oleh sebuah keberadaan yang anggap saja juga mungkin tiada. Namun jika keberadaan itu sudah tiada sebelum ia mengadakan keberadaan yang lain, keberadaan yang akan diadakan tersebut akan tiada. Namun, nyatanya pada saat ini, hal-hal itu memang ada & tidak semua telah tiada, maka pemahaman yang diutarakan di atas tidaklah tepat. Kebenarannya adalah bahwa tidak semua kebenaran itu sekadar mungkin ada. Haruslah ada sesuatu yang niscaya ada, yang akan terus mengadakan keberadaan-keberadaan yang kita kenal di dunia saat ini. Keberadaan itu tidak diadakan oleh pihak lain, tetapi ia ada secara niscaya dengan sendiriNya. Tidak satupun di dunia ini yang niscaya ada & tidak pernah tiada, oleh sebab itu, KEBERADAAN YANG NISCAYA ADA itu bukan berasal dari dunia ini. Semua orang memanggilNYA TUHAN. Bukti IV DERAJAT KESEMPURNAAN Di antara segala hal yang ada, terdapat sebuah hierarki kualitas atau derajat kesempurnaan. Ada yang baik, ada yang kurang baik, dan ada yang lebih baik. Namun 'status' kurang & lebih itu disematkan pada benda-benda yang berbeda, berdasarkan pada sebuah standar tertentu. Seperti di dalam kehidupan kita sehari-hari, kita mengatakan bahwa sesuatu lebih hebat, karena sesuatu itu mirip dengan yang paling hebat. Oleh sebab itu standar yang akan kita pakai untuk menjadi sistem nilai haruslah sesuatu yang mahamutlak, di mana tidak ada sesuatu yang memiliki kondisi yang lebih dari kondisi yang dimiliki sang mahamutlak tersebut. Contohnya api, yang merupakan panas tertinggi, yang menjadi penyebab semua benda bisa menjadi panas. Kita tahu bahwa di dunia ini ada sesuatu yang benar, yang baik, yang mulia, dll. Konsekuensi dari hal tersebut adalah bahwa harus ada sesuatu yang mengatasi segalanya. Karena itu, harus ada yang menjadi penyebab kebenaran, kebaikan, kemuliaan, dan kesempurnaan lain di dunia ini, sekaligus menjadi sistem nilai derajat kesempurnaan di dunia ini. Tidak ada keberadaan yang lain yang lebih baik dari sang Mahamutlak tersebut, karena sang Mahamutlak memiliki derajat kesempurnaan tertinggi. Tetapi sebaliknya, melalui keberadaanNya, dimungkinkan ada sesuatu yang baik, benar, mulia, dll. Tidak satupun di dunia ini yang mahabenar, mahabaik, mahamulia, dan mahasempurna yang lain, oleh sebab itu, SANG MAHAMUTLAK & PEMILIK DERAJAT KESEMPURNAAN TERTINGGI itu bukan berasal dari dunia ini. Semua orang memanggilNYA TUHAN. Bukti V TATANAN ALAM SEMESTA Kita tahu secara jelas hakikat alam semesta. Benda-benda, entah benda alami atau benda buatan, sama-sama tidak memiliki kecerdasan. Sebagai contoh, kita tahu bahwa manusia sudah berhasil menemukan robot. Manusia menciptakan robot, supaya manusia dapat mengendalikan robot untuk melakukan hal-hal yang manusia kehendaki. Ini artinya, apapun yang tidak memiliki kecerdasan tidak bisa bergerak sendiri, kecuali ia diarahkan oleh sesuatu yang memiliki kecerdasan. Pergerakan benda-benda di dunia ini adalah hasil pengendalian total oleh oknum-oknum yang memiliki kecerdasan, seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Lalu kita lihat tatanan alam semesta ini, yang memiliki keteraturan yang begitu luar biasa. Siklus hidrologi yang selalu mendaur ulang air di seluruh dunia. Siklus nitrogen, siklus oksigen, siklus karbon, dan siklus-siklus lain yang terjadi secara alamiah dan sangat rapi & teratur. Planet-planet bergerak sedemikian rupa dengan kecepatan masing-masing, tanpa berbenturan satu sama lain. Bagaimana mereka semua melakukan itu? Melalui prinsip di atas, kita tahu bahwa benda-benda alam tidak bergerak sendiri, bahkan mereka semua bergerak serempak untuk membuat sebuah sistem yang sangat rapi. Terlalu banyak kebetulan yang terjadi jika memang benda-benda alam tersebut memang benar-benar bergerak sendiri. Supaya benda alam yang tidak memiliki kecerdasan itu bergerak dengan sangart rapi & sangat teratur, harus ada suatu Oknum yang memiliki kecerdasan yang luar biasa untuk mengatur mereka. Tidak satupun di dunia ini yang sanggup mengendalikan benda-benda alam dengan sedemikian rapi & teratur, oleh sebab itu, OKNUM PEMILIK KECERDASAN TERTINGGI YANG MENGATUR TATANAN ALAM SEMESTA itu bukan berasal dari dunia ini. Semua orang memanggilNYA TUHAN. Demikianlah beberapa bukti logis yang bisa kita renungkan mengenai keberadaan Tuhan. Perdebatan mengenai keberadaan Tuhan adalah tindakan yang sia-sia sesungguhnya, karena kita sedang memperdebatkan Pribadi yang sesungguhnya selalu ada di dekat kita & menjaga hidup kita. Mungkin kita tidak bisa mendapatkan pengertian yang sempurna mengenai Tuhan, tentu saja, karena hakikat Tuhan yang kekal & hakikat kita yang tidak kekal. Tetapi Tuhan tidak pernah menuntut pengertian sempurna tentang diriNya. Yang Ia kehendaki adalah kita bersekutu, menyembah, dan memuliakan pribadiNya selagi kita hidup. God is so real… Soli Deo Gloria…
Sumber : Action Philosopher vol. 2(Ryan Dunlavey & Fred van Lente)
Click Play to get the music!!
Monday, February 2, 2009
5 Bukti Logis Keberadaan Tuhan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment