Click Play to get the music!!

Saturday, December 27, 2008

Agama vs Sains (bag II)

Beberapa orang berpendapat bahwa kebenaran bersifat nisbi atau relatif. Namun, jika kita kritisi, kebenaran tidaklah mungkin bersifat relatif. Karena jika kebenaran bersifat relatif, maka kebenaran itu sendiri tidak eksis. Kebenaran haruslah sesuatu yang universal & bersifat pasti, sehingga kebenaran itu eksis. Kebenaran bersifat pasti & mutlak dan tidak bisa ditumbangkan oleh teori apapun di dunia ini. Selebihnya dari itu, bukanlah kebenaran, melainkan teori atau hipotesa.



Menurut Plato, kebenaran bersifat kekal / abadi. Kebenaran adalah sesuatu yang tetap sejak dari tak hingga sampai menuju tak hingga. Contoh: 1 + 1 = 2, pernyataan ini adalah sebuah kebenaran, karena pernyataan ini tetap selamanya. Kebenaran ini sudah diterima sejak zaman purba dan akan terus diterima sampai akhir zaman. Tidak pernah & tidak akan pernah ada teori yang menyatakan bahwa pernyataan ini salah. Inilah yang kita sebut sebagai kebenaran. Jadi, sampai di sini, kebenaran bersifat mutlak.
Kita kembali pada rasio. Sementara kebenaran sudah ada dan akan terus ada, rasio tidaklah demikian. Rasio hanyalah menerima dan menanggapi kebenaran. Sebelum kita dilahirkan, 1+1=2 adalah kebenaran. Dan sebelum kita memahami & menerima pernyataan tersebut sebagai sebuah kebenaran, pernyataan itu sudah bernilai benar. Bukan karena rasio memahami suatu pernyataan sebagai sesuatu yang benar, maka pernyataan itu baru dapat dikatakan sebagai sebuah kebenaran. Tetapi pernyataan itu sudah terlebih dahulu bersifat benar, baru rasio memahaminya sebagai sebuah kebenaran. Dengan pemahaman ini, kita menyimpulkan bahwa rasio tidak boleh dimutlakkan.
Bukti lain, rasio selalu berkembang dari masa ke masa. Dalam pertumbuhan jasmani kita, rasio kita terus berkembang. Saat SD, kita hanya mampu mengerti perkalian & penjumlahan, namun saat kita SMA, kita mulai mengerti differensial & integral yang jauh lebih rumit. Karena rasio selalu berkembang setiap saat, maka rasio bersifat tidak kekal. Oleh sebab itu, rasio tidak boleh dimutlakkan, karena memang hakikat rasio selalu berubah & tidak mutlak.
Lalu bagaimana selanjutnya? Karena rasio tidak mutlak, sedangkan kebenaran adalah sesuatu yang mutlak, maka rasio harus tunduk pada kebenaran. Tugas rasio hanyalah memahami kebenaran yang ‘bertahta’ di atasnya, bukan memutuskan kebenaran seperti apakah yang harus diambil. Kemudian, apakah kebenaran itu? Bagaimana kita dapat mengenali kebenaran yang sejati?

Read More......

Thursday, December 25, 2008

Agama vs Sains (bag I)

Bukanlah sebuah rahasia lagi, jika kita memperdebatkan masalah agama & sains. Orang-orang berpikir bahwa agama dan sains adalah 2 hal yang berbeda yang tidak bisa kita yakini keduanya. Atau dengan kata lain, semakin seseorang beriman pada Tuhan, ia akan semakin bodoh secara intelektual. Dan sebaliknya, semakin seseorang pandai secara intelektual, ia akan semakin tidak beriman.
Implikasi dari esensi ini adalah kebenaran yang nisbi, yaitu kebenaran menurut kedua belah pihak masing-masing. Contoh paling sederhana: Sains mengatakan bahwa bumi berusia jutaan tahun, namun agama mengatakan bahwa bumi diciptakan dalam 7 hari saja. Kebenaran manakah yang akan kita ambil?

Sebenarnya permasalahan ini adalah konflik antara iman & rasio yang keduanya dimiliki oleh manusia. Dan, jika kita tinjau dari pendekatan keagamaan, kita mengetahui bahwa Tuhan menciptakan manusia. Tuhan juga yang menciptakan iman dan rasio. Jika memang Ia menciptakan iman & rasio, mengapa kedua hal ini selalu bertentangan? Apa fungsi rasio yang sudah Tuhan berikan pada manusia?
Kondisi dunia saat ini menuntut rasionalisme. Dalam teori obyektivitas Ayn Rand, dikatakan bahwa rasio adalah naluri manusia untuk menghadapi kehidupan. Bersikap anti rasio, sama saja dengan bersikap anti kehidupan. Segala sesuatu harus rasional & masuk akal. Dan jika sesuatu tidak rasional, maka sesuatu tersebut sebenarnya tidak eksis. Contoh sederhana: Dongeng dan fabel adalah sesuatu yang tidak nyata, karena hal itu tidak masuk akal. Sebaliknya, sains adalah sesuatu yang sangat rasional, oleh sebabi itu sains eksis. Kondisi inilah yang kemudian kita akan bahas sebagai pemutlakan rasio.
Rasio manusia menjadi tolak ukur dalam segala hal. Rasio menjadi alat uji benar atau tidaknya sebuah statement. Ketika sebuah gagasan memasuki pikiran manusia, ia harus melakukan pengujian terlebih dahulu sebelum ia menerima gagasan tersebut sebagai sebuah kebenaran. Dan pengujian tersebut didasarkan pada rasio manusia.
Lalu pertanyaannya, apa yang menjamin bahwa segala seuatu yang masuk akal adalah suatu kebenaran? Mengapa rasio manusia selalu benar? Benarkah kebenaran berdasar pada rasio manusia? Sebelum kita menerima rasio kita sebagai tolok ukur yang benar sebenar-benarnya (absolute truth), kita juga harus melakukan pengujian terhadap rasio kita. Pengujian ini tidak boleh berdasar pada rasio, karena saat ini kita sedang menguji / meragukan rasio kita. Kita harus keluar dari rasio kita untuk membuktikan kebenaran rasio kita. Namun sayangnya, bagaimana kita dapat mendapatkan kebenaran itu tanpa rasio, karena dalam kasus ini rasio adalah sesuatu yang mutlak?
Dari kesimpulan ini dapat kita pastikan bahwa rasio tidak dapat dimutlakkan. Lalu bagaimana kita dapat memperoleh kebenaran itu?

bersambung...

Read More......

Tuesday, December 23, 2008

Wanna see pretty girls playing pretty music???


Vannila Mood, A Japanese quartet... Terdiri dari 4 'cewe2 cantik' yg pinter maen musik... Keiko, pemain piano... Mariko, pemain cello... Waka, pemain flute... Yui, pemain violin... Aliran musik mereka Classic & Jazz... Tau kenapa aku suka mereka?


Coz 2 genre musik yg mereka pilih (classic & jazz) itu genre musik yg paling susah daripada genre musik yg lain... ato, dg kata lain, kemampuan bermusik mereka amat sangat luar biasa 'sophisticated'... Aransemen musiknya juga selalu fresh & asik... Terus, 1 hal yg aku paling suka dari tehnik aransemen mereka, mrka selalu menyisipkan aransir yang menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam bermusik... Aransemen mereka ga prnah biasa-biasa aja... Selalu luar biasa & keren abis, coz emg mreka selalu usahakan yg terbaik dalm setiap 'aksi' mereka... Video tadi salah satu contohnya... Aransemen yg fresh bgt, mksdnya blum prnah ada aransemen yg kya bgtu sblumnya... aransemen mereka itu aransemen yg mereka murni ciptakan, bukan hasil inspirasi....

Kalo u suka musik & u ngerti gmn musik yg bagus & gmn musik yg kampungan(ky musik indo skr), psti u pilih qwartet ini...

Read More......

Monday, December 22, 2008

EPISODE TERAKHIR DORAEMON!!!!

Doraemon, sesosok robot kucing yang selalu ditunggu-tunggu anak-anak nyaris sedunia ini... Serial ini selalu menampilkan Nobita yang selalu dijahili teman2nya... Sepertinya serial ini selalu menampilkan kehidupan sehari-hari Nobita dkk sebagai anak kelas 3 SD... Namun saat ini, episode terakhir doraemon dimunculkan... Kebenaran di balik fakta penciptaan Doraemon terkuak...

Selamat Membaca!!!!!














Bagus kan ceritanya????
My Comment : this is a very genius & extra-ordinary time paradox!! haha... Read More......

Sunday, December 21, 2008

Filsafat Matematika


Matematika… Sebuah ilmu yang menjadi pelayan semua ilmu, sekaligus menjadi penguasa semua ilmu.

Ada banyak prinsip-prinsip dalam matematika… Prinsip-prinsip itulah yang akan menuntun kita untuk menghadapi / mengatasi permasalah matematika.

Tapi ada satu prinsip matematika yang menurutku, adalah prinsip yang sebenarnya tidak mungkin eksis / tidak mungkin ada kebenarannya. Dan sayangnya prinsip itu menjadi salah satu prinsip utama dalam ilmu matematika murni.

Prinsip itu berbunyi:

“Segala sesuatu (theorema) harus dapat dibuktikan terlebih dahulu kebenarannya sebelum kita dapat mengakui (percaya) kebenaran itu.”

Sebagai contohnya, kita harus dapat membuktikan kebenaran bahwa 1 + 1 = 2 terlebih dahulu sebelum kita memakai kebenaran itu untuk membuktikan kebenaran lain bahwa 2 + 2 = 4.

Lalu, dalam perkembangannya, prinsip ini juga menjadi prinsip hidup beberapa orang yang bertitel intelek. Mereka berpendapat demikian,”Segala sesuatu harus bisa dibuktikan dahulu baru kita boleh percaya pada kebenaran itu. Sebelum saya percaya pada eksistensi Tuhan, kita harus dapat membuktikan eksistensi Tuhan terlebih dahulu. Dan sayangnya eksistensi Tuhan tidak dapat dibuktikan secara ilmiah. Jadi kesimpulannya Tuhan tidak eksis.”

Saya berani berkata bahwa mereka tidak mampu menerjemahkan prinsip yang mereka pegang itu. Dan bahwasanya prinsip itu sendiri tidaklah eksis.

Prinsip ini mengajarkan bahwa sebuah theorema harus dibuktikan dahulu sebelum kita menggunakannya / mengakui theorema tersebut, atau dengan kata lain membuktikan dahulu baru percaya. Namun, sebelum kita mengakui kebenaran prinsip ini, kita juga harus dapat membuktikan kebenaran prinsip ini bukan? Kita harus dapat membuktikan bahwa prinsip ”Semua prinsip harus dapat dibuktikan dahulu baru kita menggunakannya” sebelum kita menggunakan prinsip ini.

Ini adalah sebuah KONTRADIKSI yang terjadi secara internal yang tidak dapat ditemukan nilai kebenarannya. Jika demikian, berarti prinsip ini bukanlah kebenaran, karena prinsip ini tidak dapat dibuktikan oleh pernyataan yang disebutkan sendiri oleh prinsip tersebut. Di sinilah letak kontradiksi yang akan selalu berputar-putar, tanpa ujung.

Sampai di sini, kita dapat menyimpulkan bahwa prinsip

“Segala sesuatu (theorema) harus dapat dibuktikan terlebih dahulu kebenarannya sebelum kita dapat mengakui (percaya) kebenaran itu.”

tidak eksis / tidak dapat diakui kebenarannya.

Jika kita perhatikan, kontradiksi dalam pernyataan ini terjadi oleh hubungan sebab akibat yang terbalik, yaitu “karena dapat dibuktikan, berarti sebuah kebenaran”. Kontradiksi tidak akan terjadi jika kita balik hubungannya menjadi, ”karena kebenaran, dapat dibuktikan”. Sehingga prinsip yang benar akan menjadi seperti demikian:

“Segala sesuatu (theorema) dapat dibuktikan kebenarannya jika dan hanya jika kita tahu (percaya) bahwa sesuatu (theorema) itu adalah kebenaran.”

Dari sini dapat disimpulkan bahwa hubungan antara percaya & pembuktian adalah demikian: kita harus percaya bahwa sesuatu itu adalah kebenaran baru kita dapat membuktikan eksistensinya.

Demikian pula, untuk membuktikan bahwa prinsip ini bernilai benar, kita harus percaya bahwa prinsip ini bernilai benar, sehingga kita dapat membuktikan kebenarannya. Tidak lagi terjadi kontradiksi di dalamnya.

Demikian pula halnya dalam menghadapi permasalahn matematika. Kita harus percaya terlebih dahulu bahwa sebuah theorema dapat dibuktikan, sebelum kita kemudian membuktikan sendiri kebenaran theorema itu.

Pemikiran orang intelek yang sudah saya sebutkan sebelumnya tidak bernilai benar, dan seharusnya demikian, ”Kita harus percaya pada eksistensi Tuhan terlebih dahulu, sebelum kita dapat membuktikan eksistensi Tuhan.”


Read More......

Monday, December 15, 2008

MENGGANDAKAN UANG????

Haha... Math lagi...math lagi...
tapi lewat math, kita bisa dapet duit lebih banyak lho....

Gini caranya:
$ mewakili dollar, s mewakili sen (^ artinya operasi pangkat, ct : x^2 = x kuadrat)

menurut currency,

1 s = 0.01 $ = (0.1 $)^2 = (10 s)^2 = 100 s = 1 $

Haha... sekarang 1 sen kita udah berubah jadi 1 Dollar!!! Bank, siap2lah bangkrut... haha...

konon, doktor-doktor Ph. D. Matematika ga bisa menyelesaikan persoalan ini lho....

so, be the first to solve this.... sblum bank pada bankrut...
good luck... Read More......

Friday, December 12, 2008

Sin x + Cos x????

Today, test math yg aneh.... ada 1 soal yg bisa diselesaikan dengan 2 cara & dg 2 solusi yg bda!!!

soalnya gni ni...



Solusi I















Solusi II














Sbnrnya, solusi I tu solusi'e Clarissa... Trus solusi II itu solusiku... Kalo menurutku, solusi II lebih tepat, krn:
Waktu prnyataan Cos 2x=0.8, itu hanya berlaku untuk 2x sudut lancip, padahal 2x belum tentu sudut lancip (bisa jadi sudut tumpul)... Dan jika 2x adalah sudut tumpul, Sinx akan senilai dengan solusi 2...
Tapi, jika kita cermati, di solusi 2, kita tidak membutuhkan persyaratan apapun.. Atau dengan kata lain, semua nilai x memenuhi untuk solusi 2...
Jadi gimana???

Ada yg dukung aku??????
huehe...
Read More......

Wednesday, December 10, 2008

Christmast Carol 4 Youth, SGM 20 Des 2008

Christmast Carol!!! It'z time to share joy & happiness...

Hi Guyz... Bentar lagi udh mau X'mas... Ni kita, anggota GKI Coyudan SOLO, mau buat acara Christmast Carol for Youth, yg diadakan pada:

Hari/ Tanggal : Jumat, 19 Desember 2008

Pukul : 18.00 - 20.00

Tempat : Solo Grand Mall, Food Court hall Lt. 3

Acara : Drama Musikal & Vocal Group

Acara ini terbuka utk umum... BUKAN KHUSUS UNTUK JEMAAT GKI COYUDAN THOK!! Acra ini dibuat untuk semua org, terutama Youth. Tujuannya supaya melalui acara ini, ada banyak orang yang diberkati...

Dalam acara ini, kami, sebagai anggota Youth GKI Coyudan akan mempersembahkan sebuah drama musikal yang akan kami perankan, diiringi live oleh vocal group gabungan pemuda-remaja / By Grace-United to Worship...

Siapa aja, yang baca tulisan ini juga ikut diundang untuk bersama-sama bersukacita dalam natal 2008 ini... God bless.. Soli Deo Gloria...

Read More......

Sunday, November 30, 2008

Belajar Nulis Artikel...

Wew... This is my second blog... yg ptama pke worpress, tpi tmn2 pd pke blogspot...
so, ikut aj ke blogspot... huehehe....

7an utma ak buat ni blog, tu untuk praktek ak sndri...
bbrpa wktu ini ak ud brkomitmen mau bljar nulis artikel.... Jadi blog2 ini bkal lbh byk artikelnya daripada my life story...

So, buat tmn2 yg mau baca, boleh bca & ksi comment buat msukan ak.... key??? Be blessed all you guys....

thx anyway 4 ur coming....
haha...
Read More......