Kita patut bersyukur & berbahagia saat ini, karena Kebenaran itu sendiri telah menyatakan diriNya pada kita, umat manusia. Siapakah kebenaran itu? Kita tinjau kembali permasalahan ini. Segala sesuatu di dunia ini selalu berubah & berkembang, entah berkembang menjadi lebih baik, ataupun menjadi lebih buruk. Karena seisi dunia ini selalu berubah, maka seisi dunia ini bersifat tidak kekal. Karena mereka (seisi dunia) tidak kekal, maka tak satupun dari mereka bersifat mutlak. Sementara itu, kebenaran bersifat mutlak. Jadi kebenaran tidak berasal dari dunia ini, melainkan berada jauh melampaui dunia ini. Harus ada suatu esensi & eksistensi yang melampaui dunia sebagai wujud dari kebenaran. Kebenaran inilah yang sering kita sebut “TUHAN”. Ia sendiri juga sudah menyatakan diriNya bahwa Ia adalah kebenaran, melalui penjelmaanNya di dalam tubuh Yesus Kristus (Yoh 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”) Tuhan menyatakan hal ini kepada umat manusia, bahwasanya TUHANlah jalan kebenaran & tidak ada kebenaran lain selain TUHAN. Ia menyatakan diriNya sendiri sebagai Absolutely absolute, Sang Mutlak Mutlak, Dialah kebenaran mutlak & segala kebenaran yang kita terima semua ini berasal dari Sang Kebenaran sejati ini.
Kebenaran itu telah Ia nyatakan, dan hasilnya sangat luar biasa, yaitu Alkitab kita. Lalu bagaimana kita menanggapi Firman Tuhan yang telah Ia wahyukan dalam bentuk Alkitab? Bukankah ada banyak hal yang bertentangan dengan fakta-fakta yang boleh kita anggap sebagai kebenaran secara ilmiah? (Ingat, kebenaran ilmiah seperti 1+1=2 juga merupakan kebenaran yang berasal dari Allah, karena Allah kita adalah sumber & pencipta segala sesuatu, termasuk ilmu pengetahuan) Bagaimana kita akan menanggapinya? Bagaimana iman dapat berjalan berdampingan dengan rasio? Bagaimana agama dapat bersatu dengan sains?
Read More......
Click Play to get the music!!
Saturday, January 10, 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)
